Kemerdekaan Sejati


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Kemerdekaan Sejati

Ayat Pedoman : Bilangan 14:1-10 14:1 : Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 14:2 : Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 14:3 : Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" 14:4 : Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 14:5 : Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. 14:6 : Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 14:7 : dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 14:8 : Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 14:9 : Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 14:10 : Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.

Kita sebagai orang Kristen sudah dimerdekakan oleh Tuhan, tetapi apakah kita benar-benar hidup merdeka ? Bagi yang masih hidup dalam kemarahan, kepahitan, perselingkuhan, dan sebagainya itu pertanda masih belum merdeka. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa kita masih hidup dalam perbudakan dosa.

Ada 4 hal bagi orang Kristen agar dapat mengalami kemerdekaan sejati, sebagai berikut :

1. Pegang janjiNya Tuhan Nats Bilangan 13:2 : “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.”. Tuhan sudah mengampuni dosa kita, memberkati kita dan memberi kita tempat di surga tetapi tidak semua orang Kristen mengerti hal itu. Oleh sebab itu, tetap peganglah janjiNya. Tuhan yang sudah berjanji, Dia pasti memberi. Kita harus pegang janji Tuhan supaya kita tidak khawatir dalam kehidupan ini.

2. Miliki sikap mental pemenang Dalam kisah 12 pengintai, 10 pengintai menjadi takut setelah mengintai seperti dalam nats Bilangan 13:27-29 : “Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.” Kita hidup cenderung hidup seperti 10 orang pengintai yang terbelenggu dalam kekhawatiran, pesimis dan mental pecundang. Sebaliknya, kita bisa lihat sikap mental pemenang dari seorang Kaleb dalam nats Bilangan 13:30 : ” Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Ada masalah apapun, janganlah takut. Tetap bersyukur atas apapun yang Tuhan ijinkan dalam hidup ini. Masalah boleh ada, tapi Tuhan kita lebih besar dari masalah hidup kita.

3. Jangan mudah terpengaruh Nats Bilangan 14:1-3 : ”Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!. Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"” Ketika kita baru mau maju saja, orang-orang sekitar kita akan memberikan penilaian negatif. Apabila kita mau maju, janganlah terpengaruh pada omongan negatif orang.

4. Jangan takut menghadapi setiap tantangan yang ada di depan kita Nats Bilangan 14:9 : “Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." Agar dapat mengalami janji Tuhan, kita harus hadapi tantangan. Jangan lari dari masalah, karena lari dari masalah hanya menimbulkan masalah baru. Tuhan tidak pernah mengajarkan kita lari dari masalah. Hadapi dan kalahkan masalahmu.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07.00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 26 Agustus 2018 Pengkhotbah : Pdt Samuel Pristiwantoro ( diringkas oleh : Judy Gunarto )


Archive