Fungsi Roh Kudus


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Fungsi Roh Kudus

Ayat Pedoman : Yohanes 15:26-27 15:26 : Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 15:27 : Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.

Yohanes 16:13 berbunyi : “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang”

Allah kita bersemayam dalam terang, kekudusan dan kemuliaanNya tidak bisa dilihat oleh manusia. Dalam Perjanjian Lama dan kitab Wahyu telah dituliskan bahwa manusia bisa mati apabila melihat Allah. Tapi Allah ingin agar manusia untuk mengenalNya. Allah memberikan sebagian diriNya untuk diketahui kita yaitu lewat FirmanNya.

Ketika Yesus disalib, Ia telah menjadi korban persembahan berupa domba untuk kita. Ketika domba dikorbankan maka memerlukan imam. Saat Yesus bangkit, Ia menjadi Imam kita yang mengatur hubungan kita dengan Allah seperti pada nats Ibrani 5:1, “Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.”. Lalu, dalam nats Ibrani 10:11 : “Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.”. Dari nats tsb, telah dinyatakan bahwa keimaman Yesus berbeda dangan imam dalam Perjanjian Lama karena sudah tidak dibatasi oleh kematian.

Yang disebut hubungan seharusnya selalu berbalasan (resiprokal). Nats Filipi 3:13 : “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” Paulus sudah ‘ditangkap’ Yesus, tapi Paulus mengejar hubungannya dengan Yesus. Yesus sudah melakukan segalanya untuk menyelamatkan kita, tapi apakah kita sudah memberikan segalanya untuk Yesus ? Apakah kita sudah mengosongkan diri jadi hamba seperti Yesus dan tidak mementingkan diri sendiri ?

Dalam Ibrani 9:11 : “ Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini.” Apapun yang kita alami saat ini, pasti masa depan kita baik. Yesus telah menjadi sama dengan Bapa, bagian misteri Allah sudah dibukakan oleh Yesus. Ketika Yesus taat menjalankan semuanya dari disalibkan hingga bangkit, semua yang dipunyai Bapa telah menjadi kepunyaan Yesus juga dan milikNya juga untuk kita. Dia telah membuka jalan baru kepada Bapa. Untuk bisa mencapai ke sana, Dia memberikan kita penolong yaitu : Roh Kudus.

Mujizat bukanlah kebetulan atau sesuatu yang abstrak. Mujizat adalah sesuatu yang pasti. Kita mempunyai sesuatu yang bukan ciptaan (di luar kebiasaan) karena Yesus. Kita harus tahu siapa yang kita sembah. Semua anak Tuhan bisa menyembuhkan, bukan lagi orang dengan karunia tertentu saja, karena kita punya hubungan dengan Tuhan.

Dia sudah membayar kita dari kuasa kegelapan untuk menjadi anakNya, tapi untuk pindah ke kerajaan terang harus melewati jalan yang sempit. Apabila kita tidak punya hubungan dengan Tuhan, tinggal masalah waktu kita akan kembali ke kerajaan gelap. Agar kita bisa berjalan dalam kerajaan terang itu, kita perlu Roh Kudus.

7 fungsi dari pribadi Roh Kudus, yaitu :

1. Roh Kudus akan bersaksi tentang Yesus (Yohanes 15:26) Ia akan melakukan pekerjaan yang pernah Yesus lakukan, seperti menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta dan membangkitkan orang mati, itu bisa dilakukan siapapun dengan profesi apapun diri kita dan di mana saja.

2. Menginsafkan dunia akan kebenaran. Roh Kudus akan mempermalukan dunia yang penuh dengan dosa lalu rasa malu itu akan membawa kita kepada pertobatan. Tidak percaya kepada Tuhan dan kebenaranNya juga merupakan dosa. Oleh sebab itu, kita hidup harus dengan iman.

3. Ia akan memimpin engkau dalam seluruh kebenaran Roh Kudus akan mengajar kita dalam kebenaran (bukan kepalsuan). Kita harus menjadi pelaku kebenaran, lalu buahnya adalah damai sejahtera. Tidak mungkin ada damai tanpa adanya kebenaran. Kita harus menyatakan yang benar dan yang salah, lalu hidup dalam kebenaran, barulah kita bisa hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

4. Kata-kata Roh Kudus berasal dari Yesus Tidak mungkin Roh Kudus bertentangan dengan Firman.

5. Memberitakan hal – hal yang akan datang Hal – hal yang baik, yang tersedia di masa yang akan datang.

6. Roh Kudus akan memuliakan Yesus Roh Kudus bersuka ketika kita memuliakan Tuhan, lalu Ia menaruh Firman dan menimbulkan pengharapan baru.

7. Roh Kudus mengajarkan segala sesuatu Mengajarkan untuk melakukan segala sesuatu dalam hal rohani (berdoa, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan pekerjaan rohani lainnya) maupun dalam hal sekuler, termasuk dalam hal berbisnis.

Dalam nats 2 Korintus 1:21-22 : "Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.", semua yang disedikan oleh Tuhan kepada kita, melebihi apa yang pernah kita lihat atau bayangkan, dan itulah jaminan yang Roh Kudus lakukan.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 05 Agustus 2018 Pengkhotbah : Pdt. Eriel Siregar ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive