Rancangan Tuhan


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Rancangan Tuhan

Ayat Pedoman : Yeremia 29:11 : “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yesaya 14:24 : “TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: "Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:” Yesaya 14:27 : “TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?”

Rancangan Tuhan bagi kita yang terutama adalah mencapai Kerajaan Surga. Agar kita bisa mencapai hal tersebut, Tuhan Yesus rela kehilangan segala-galanya. Dari tempatNya terhormat di Surga, Dia rela turun ke bumi dan taat menjalankan semua kehendak BapaNya lewat pengorbananNya di kayu salib.

Dalam nats Yeremia dan Yesaya tsb, Tuhan merancangkan damai sejahtera, bahkan Dia sampai bersumpah. Yang disebut rancangan belum tentu langsung jadi, ada proses seperti nats Yesaya 55:8-11 : “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,”

Yang terpenting kita hidup tetap taat pada kehendakNya Tuhan, jangan menyimpang ke kanan atau kiri. Surga adalah rancangan utama Tuhan untuk kita, dunia adalah tempat kita berproses untuk mencapai kerajaan Surga.

Rancangan Tuhan untuk kita adalah penyelamatan, seperti contoh di Alkitab bahwa Ester yang diangkat jadi ratu untuk menyelamatkan bangsa Israel. Yusuf, yang melalui proses tidak enak untuk menyelamatkan bangsa-bangsa termasuk Israel dari kepunahan akibat kelaparan panjang. Dari Yusuf, kita bisa belajar, bahwa di manapun kita ditempatkan, kita bisa menjadi yang terbaik karena Tuhan menyertai. Musa, yang dirancangkan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan. Kita bisa lihat sejarah pembebasan bangsa Israel dan pemeliharaan Tuhan yang ajaib untuk bangsa Israel selama di padang gurun. Betapa luar biasanya cara Tuhan untuk menyertai kita dan memelihara hidup kita. Kita tidak perlu lagi takut dan khawatir.

Tuhan bukan hanya ingin kita menikmati kerajaan Surga pada saat kita sudah meninggal, karena doa Yesus pada Doa Bapa Kami di dalam Matius 6:10 : “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Hal ini menyatakan bahwa Tuhan juga ingin kita menikmati Kerajaan Surga pada saat kita masih hidup di bumi. Definisi Kerajaan Surga seperti pada Roma 14:17 : “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Hal ini bukan seperti ajaran yang mendefinisikan Surga seperti makanan, pakaian dan perempuan.

Kebahagiaan surga yang masih ada di bumi setelah manusia jatuh dalam dosa adalah KELUARGA. Dalam pernikahan suami dan istri harus menjalankan fungsinya masing-masing supaya terwujud keluarga, yang seperti di surga. Istri sebagai penolong dalam segala hal, tentunya peranan istri lebih besar dalam menciptakan keluarga seperti surga.

Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 29 Juli 2018 Pengkhotbah : Pdt Imelda Wiguna ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive