Hidup sama seperti Kristus Hidup


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Hidup sama seperti Kristus Hidup

Ayat Pedoman : 1 Yohanes 2:6 : “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

Apabila kita mendengar kata ‘wajib hidup seperti Yesus’, tentu kita berpikir akan sulit untuk hidup seperti Tuhan yang tidak melakukan dosa. Tetapi puncak kedewasaan rohani seorang kristen adalah menjadi seperti Kristus.

Hidup seperti Kristus adalah hidup yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Taat 2. Mudah mengampuni 3. Setia dan selalu bergantung pada Bapa 4. Mempunyai hubungan yang baik dengan Bapa

Caranya supaya hidup seperti Yesus, yaitu:

1. Kita harus siap diproses Seperti pada nats Yohanes 15:2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Kita mengalami proses yang menyakitkan tetapi akan menghasilkan buah yang luar biasa.

2. Kita harus tinggal di dalam Yesus Tinggal dalam Yesus seperti pada nats Yohanes 15:4 : “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Tuhan tinggal di dalam kita dan mengerjakan dari dalam kita, seperti nats 2 Korintus 5:17 : “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.

3. Jangan mengasihi dunia Seperti pada nats 1 Yohanes 2:15-16 : "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia." Kita memang tinggal di dunia, tapi janganlah terikat dengan hal-hal dunia. Keinginan daging, mata serta keangkuhan hidup apabila kita turuti, maka kita tidak akan pernah cukup dengan hal tsb. Kita tidak bisa sombong seperti nats pada Galatia 5:26 : “dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki”, karena yang bisa kita banggakan hanyalah Tuhan.

4. Taat pada Firman Tuhan Kita diberkati Tuhan maka kita harus melakukan Firman Tuhan, kita jangan hanya menjadi pendengar saja . Orang yang melakukan Firman Tuhan akan ditolong juga oleh Firman Tuhan seperti pada nats Mazmur 1:1-3, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Ayat ini menjanjikan apabila kita renungkan Firman, apapun yg kita perbuat, maka akan berhasil. Firman itu menjadi penuntun kita dan juga memerdekakan kita seperti pada ayat Yohanes 8:32 : “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.".

5. Kita janganlah hidup dalam kegelapan Ikut Tuhan tidak bisa setengah hati, tidak bisa hari tertentu untuk dunia, hari tertentu untuk Tuhan, seperti nats 1 Yohanes 1:5-6 : “Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.”

Hidup kita seharusnya jadi kitab terbuka, kita jadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, dan kesetiaan, seperti pada 1 Timotius 4:12 : “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 24 Juni 2018 Pengkhotbah : Pdt Yohanes Ahon ( diringkas oleh : Vera Hartini)


Archive