Iri Hati


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Iri Hati

Ayat Pedoman : 1 Samuel 18:6–17

18:6 : Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; 18:7 : dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." 18:8 : Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya." 18:9 : Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. 18:10 : Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. 18:11 : Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: "Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding." Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. 18:12 : Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur. 18:13 : Sebab itu Saul menjauhkan Daud dari dekatnya dan mengangkat dia menjadi kepala pasukan seribu, sehingga ia berada di depan dalam segala gerakan tentara. 18:14 : Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia. 18:15 : Ketika dilihat Saul, bahwa Daud sangat berhasil, makin takutlah ia kepadanya; 18:16 : tetapi seluruh orang Israel dan orang Yehuda mengasihi Daud, karena ia memimpin segala gerakan mereka. 18:17 : Berkatalah Saul kepada Daud: "Ini dia anakku perempuan yang tertua, Merab; dia akan kuberikan kepadamu menjadi isterimu, hanya jadilah bagiku seorang yang gagah perkasa dan lakukanlah perang TUHAN." Sebab pikir Saul: "Janganlah tanganku memukul dia, tetapi biarlah ia dipukul oleh tangan orang Filistin.

Dosa akibat iri hati sangat mengerikan, baik untuk diri sendiri maupun orang yang kita iri. Contoh pada Alkitab mengenai iri hati yang besar adalah Saul. Dari nats tsb, ketika Daud pulang dari peperangan mengalahkan orang Filistin, perempuan-perempuan Israel bernyanyi menyanjung Daud, sehingga membuat Saul iri hati (1 Samuel 18:7).

Iri hati muncul ketika melihat orang lain berhasil, bisa menyebabkan orang tsb berlaku jahat seperti korupsi untuk memperoleh kekayaan seperti kekayaan yang orang kita iri atau juga menjatuhkan orang lain. Merasa tersaingi itu boleh saja sebagai cambuk kita untuk maju, tapi kita tidak boleh merugikan dan menjatuhkan orang lain. Manusia hidup harus menghidupkan orang lain.

Dari kisah Saul dalam nats tsb, kita bisa belajar beberapa hal, yaitu :

1. Iri hati menyebabkan amarah yang berlebihan (1 Samuel 18:8-9) Saul sedemikian marah dan membenci Daud. Saul tidak bisa melihat hal yang baik dari diri Daud.

2. Amarah membuat celah bagi iblis untuk masuk dalam hati kita (1 Samuel 18:10-12) Ada kata ‘roh jahat yang daripada Tuhan menguasai Saul’, yang tidak berarti yang jahat itu dari Tuhan tetapi roh jahat itu diizinkan Tuhan karena ketidakbenaran Saul, seperti Tuhan mengeraskan hati Firaun dalam kitab Keluaran. Tuhan membiarkan kekerasan hati Firaun. Pada 1 Samuel 18:12 juga diterangkan bahwa Tuhan telah undur daripada Saul.

3. Apabila iri hati dan amarah tidak segera diatasi, maka kita akan semakin jatuh dalam dosa (1 Samuel 18:13-17) Kita harus menyadari dan membereskan masalah iri hati dengan sesegera mungkin, karena seperti kisah Saul, dia semakin jatuh dalam kejahatannya. Saul semakin licik dalam mencari cara untuk membunuh Daud, bahkan memakai anak perempuannya sendiri.

Oleh karena itu, hentikan iri hati dengan segera dan mohon ampun pada Tuhan untuk hal iri hati.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 & 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 03 Juni 2018 Pengkhotbah : Pdt. Dempsy J. Jura ( diringkas oleh : Vera Hartini)


Archive