Tetaplah Berdoa


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : *Tetaplah Berdoa *

Ayat Pedoman : 1 Tesalonika 5:17 : “Tetaplah berdoa.”

Berdoa adalah cara kita untuk tetap melekat pada Tuhan, seperti halnya ranting yang menempel pada pohon. Apabila kita tidak mau berdoa dan hanya mengandalkan otak dan otot kita, maka kita akan kehilangan penyediaan Tuhan. Ranting yang terpisah dari pohon akan menjadi kering dan mudah patah. Apabila kita tetap melekat pada Tuhan seperti halnya ranting yang melekat pada pohon, maka musim boleh kering tapi ranting tetap menghasilkan buah.

Hal yang dapat kita pelajari mengenai pentingnya berdoa, yaitu :

1. Meneladani Yesus yang berdoa Markus 1:35 : “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana”.

Pada ayat ini dijelaskan bahwa doa harus menjadi prioritas dan kita juga harus fokus pada saat berdoa. Apabila kita memprioritaskan Tuhan, maka Tuhan juga pasti memprioritaskan kita. Doa itu juga seperti halnya sekolah, akan ada hasilnya dari doa. Janganlah oleh karena harus berdoa maka kita menjadi pendoa tapi perubahan hidup kita harus makin menjadi seperti Kristus, dengan adanya kedewasaan, memahami pikiran Tuhan dan mengenal hati Tuhan.

Orang yang berdoa tidak akan kecewa ketika Tuhan berkata TIDAK untuk permintaan doa kita atau TUNGGU untuk permintaan doa kita, karena kita tahu itu baik untuk kita. Apapun yang terjadi dengan sekeliling kita, tidaklah perlu menggoyahkan iman percaya kita. Kita perlu berdoa minta Roh Kudus untuk memberikan kuasa yang menyatakan kebaikan Tuhan dan kerelaan hati untuk menerima kedaulatan Tuhan. Ketika pintu ditutup, mintalah hikmat Tuhan untuk menunjukkan apakah kita telah salah jalan atau kita perlu melihat cara lain yang Tuhan sediakan, lalu buka hati dan pikiran untuk menerima jawaban dari Tuhan atau dari orang-orang yang Tuhan hadirkan untuk kita.

2. Tuhan tempat perlindungan kita yang paling aman dan satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita. Matius 17:14, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah”.

Tuhan mempunyai jawaban dan kuasa untuk menyembuhkan dan memulihkan. Dalam doa ada KUASA, kita perlu ketulusan dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa semua dari Tuhan bukan dari kepintaran dan kehebatan manusia.

3. Jangan pernah berhenti berdoa. Kisah Para Rasul 10:9-15 : 10:9 : Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. 10:10 : Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. 10:11 : Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. 10:12 : Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 10:13 : Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" 10:14 : Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." 10:15 : Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."

Tuhan sanggup menyediakan mujizat / hal-hal yang ajaib. Biarlah hal-hal ajaib itu dinyatakan dengan caraNya dan waktuNya Tuhan, seperti pada nats Kisah Para Rasul 10:10, Petrus yang lapar hendak makan tapi tiba- tiba diliputi Roh Allah.

Dalam doa pasti ada jawaban.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 13 Mei 2018 Pengkhotbah : Pdt. Hendi Kasidi ( diringkas oleh : Vera Hartini)


Archive