Iri Hati dan Mementingkan Diri Sendiri


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : *Iri Hati dan Mementingkan Diri Sendiri*

Ayat Pedoman : Yakobus 3:16 : “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”

Dari ayat di atas, sifat iri hati dan mementingkan diri sendiri menimbulkan banyak kekacauan. Dimulai dari kisah kitab Kejadian, Kain iri hati terhadap Habel karena persembahannya diterima Tuhan sedangkan persembahan Kain tidak diterima. Kain akhirnya membunuh Habel.

Cerita lain dalam Alkitab adalah kisah antara Saul dan Daud. Saul ingin membunuh Daud karena iri hati, takut kekuasaannya diambil. Dan hebatnya, Daud mepunyai hati yang benar. Berkali-kali Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul, tapi Daud enggan menggunakan kesempatan itu karena Daud tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan. Akhir hidup Saul sungguh tragis yaitu mati bunuh diri dalam peperangan. Dari hal ini, kita belajar bahwa kita tidak boleh mengambil kesempatan untuk membalas dendam dengan berdalih itu adalah rencana Tuhan. Pembalasan memang haknya Tuhan.

Kasus sifat iri hati dan mementingkan diri lainnya adalah dalam kisah kebangkitan Yesus. Ketika kubur Yesus kosong, pemuka agama Yahudi mengarang cerita bahwa mayat Yesus dicuri orang. Ini dilakukan karena mereka iri hati dan mementingkan diri sendiri.

Perasaan iri hati dan mementingkan diri sendiri muncul karena kita belum selesai dengan diri kita sendiri. Ciri orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri adalah ketakutan, tak mau mengampuni dan mementingkan diri sendiri.

Kekristenan harus menunjukkan Kristus dalam hidupnya. Apabila kita masih belum selesai dengan diri kita sendiri, mari kita datang kepada Tuhan dan kita mau berkata bahwa kita ingin selesai dari diri kita sendiri.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 08 April 2018 Pengkhotbah : *Pdt Harry Sempulur* ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive