The Greatest Love


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : The Greatest Love

Ayat Pedoman : 1 Petrus 2:24-25 2:24 : Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 2:25 : Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Kita bisa menjadi Kristen karena anugerah Tuhan, maka kita harus bersyukur karena anugerah itu. Dan tugas kita adalah memberitakan Kabar Baik, bukan mengkristenkan. Setiap orang Kristen harus mengetahui kekristenannya, kita harus paham dengan iman kita, supaya kita jangan disesatkan.

Dari ayat di atas, kita bisa belajar beberapa hal, yaitu :

1. Kasih yang besar bicara tentang memberi dan rela berkorban Tuhan memberi kasih terbesarNya melalui pengorbananNya di kayu salib. Sebaliknya, apakah kita sudah memberikan yang terbaik untuk Tuhan ? Apabila kita sudah memberi, kitapun tidak boleh sombong, karena tanpa kita, Tuhan masih bisa menjalankan rencanaNya lewat orang lain.

2. Kita harus hidup untuk kebenaran Tujuan hidup kita harus berubah sejak kita mengenal Yesus. Kita harus memikirkan hal yang bersifat kekekalan.

3. Kita seperti domba yang mengikuti Gembalanya Kita diibaratkan seperti domba karena kita dungu. Kita kembali kepada Gembala pemelihara jiwa kita yang begitu mengasihi kita dan bisa dipercaya. Dia memiliki segalanya. Kita belajar percaya kepada Tuhan dan pemeliharaanNya.

Tuhan memberkati

Sumber : Khotbah ibadah Paskah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 01 April 2018 Pengkhotbah : Pdt Widya Ratna ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive