Maria vs Yudas


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Maria vs Yudas

Dalam masa pra-paskah ini banyak gereja sibuk merayakan masa Jumat Agung dan Paskah. Sebagian besar penulisan Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah tentang penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus. Kita belajar dari 2 karakter menjelang penyaliban Yesus, yaitu Maria dan Yudas.

Maria, seperti yang tertulis dalam nats Yohanes 12 :1-8 :

12:1 : Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 12:2 : Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 12:3 : Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 12:4 : Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 12:5 : "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 12:6 : Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 12:7 : Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 12:8 : Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Maria dari Betania, saudara Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus, mengurapi Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal, menunjukkan beberapa hal, yaitu : 1. Maria memberi yang terbaik, minyak narwastu yang mahal sekali, setara gaji 1 tahun seorang buruh.

2. Mengurapi kepala Yesus = cara untuk menyambut tamu terhormat. Dalam nats Mazmur 23:5 : ”Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”

3. Membasuh kaki Yesus dengan minyak tersebut dan menyekanya dengan rambutnya. Rambut wanita pada saat itu tidak boleh bebas terurai di depan umum. Makna membasuh kaki Yesus identik dengan budak yang membasuh kaki tuannya. Maria merendahkan diri seperti budak pada saat membasuh kaki Yesus.

Kemungkinan Maria melakukan hal tersebut karena rasa syukurnya atas kebangkitan Lazarus. Tanggapan Tuhan Yesus atas tindakan Maria, meskipun dikritik oleh Yudas, seperti tertulis pada Markus 14:6-9. “Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia ”.

Yesus menanggapi bahwa Maria tidak boros, melainkan melakukan yang baik dengan menempatkan Yesus di atas orang miskin. Lagipula, Maria melakukan yang terbaik yang ia sanggup. Tuhan Yesus yang disalibkan, mati sebagai kriminal sehingga pada saat penguburan mayatNya tidak diminyaki seperti jenazah orang Israel biasa. Maria sudah melakukan tindakan meminyaki Yesus 6 hari sebelum Yesus meninggal. Tindakan Maria yang penuh kasih itu diberitakan pada Injil.

Sebaliknya, karakter Yudas dalam nats Matius 26:14-16, 47-50 sbb :

26:14 : Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 26:15 : Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 26:16 : Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 26:47 : Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. 26:48 : Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." 26:49 : Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.

Lanjut lagi ke Yohanes 13:1-5,18-30 : 13:1 : Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 13:2 : Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 13:3 : Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 13:4 : Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 13:5 : kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 13:18 : Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 13:19 : Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 13:20 : Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku." 13:21 : Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." 13:22 : Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. 13:23 : Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. 13:24 : Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" 13:25 : Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" 13:26 : Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. 13:27 : Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." 13:28 : Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. 13:29 : Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 13:30 : Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Yudas Iskariot merupakan salah satu dari 12 murid Yesus, yang menjadi bendahara. Sayangnya, ia seorang pencuri, ia sering mengambil uang kas. Beberapa tindakan Yudas, yaitu :

1. Menjual Yesus seharga dengan tebusan seorang budak biasa.

2. Yudas ikut dalam rombongan yang menangkap Yesus dengan mencium Yesus sebagai pertanda orang yang harus ditangkap oleh rombongan itu.

Kemungkinan Yudas melakukan hal tersebut karena kecewa ditegur oleh Yesus saat dia mengkritik tindakan Maria, mungkin juga kecewa karena Yesus bukan Mesias secara politis dan Yudas cinta akan uang. Akhir hidup Yudas, ia menyesal lalu gantung diri.

Perlu diingat bahwa Maria bukanlah salah satu murid Yesus, sedangkan Yudas adalah salah satu murid yang dekat dengan Yesus, bahkan Yudas juga salah satu orang yang dibasuh kakinya oleh Yesus.

Perbedaan yang mencolok antara Maria dan Yudas yaitu, Maria memberikan yang terbaik untuk Tuhan Yesus, sedangkan Yudas memanfaatkan Tuhan Yesus supaya dirinya memperoleh yang terbaik. Yang menjadi refleksi bagi kita menjelang Jumat Agung dan Paskah ini adalah : “ Apakah kita melakukan segala pelayanan untuk Tuhan dengan TULUS atau ada hal lain yang menjadi motivasi kita ?”

Maria melakukan tindakan pengurapan itu sebagai ungkapan syukur atas kebangkitan Lazarus, oleh sebab itu kita juga harus bersyukur karena kita telah dibangkitkan secara rohani.

Akhirnya kita harus mempersembahkan diri kita untuk Tuhan seperti nats :

- Roma 12:1 : “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. ”

- 2 Korintus 5:15 : “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. ”

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 25 Maret 2018 Pengkhotbah : Pdp Hedwin Kadrianto ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive