Kerajaan Surga Di Bumi


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : *Kerajaan Surga di Bumi*

Ayat Pedoman : Kejadian 1:26 : “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Manusia diciptakan Tuhan untuk menguasai dan menaklukan bumi. Untuk hal ini, kita harus memiliki budaya kerajaan Surga dan karakter ilahi, yang merupakan desain awalnya Tuhan untuk manusia. Di awal penciptaan manusia, manusia memang sudah berada dalam hadirat Tuhan, tidak perlu ibadah dengan ritual khusus.

Ketika manusia sudah jatuh dalam dosa, terpisah dari Tuhan dan diturunkannya hukum Taurat, manusia harus membuat tempat kudus bagi Tuhan seperti nats Keluaran 25:8 : “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.”, ini dilakukan karena Allah kita adalah Allah yang kudus.

Yesus sudah menjadi sama dengan kita dalam hal dosa, waktu Dia disalibkan, Dia mengalami keterpisahan dari Bapa (mati fisik) dan keterpisahan dari hadirat Bapa. Ketika Yesus sudah disalibkan dan bangkit, maka kita bebas mengalami hadirat Tuhan seperti nats Matius 27:51 : ”Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,”. Dan karena Yesus sudah dikorbankan dan tabir Bait Allahpun terbelah dua , maka ibadah bukan lagi harus dilakukan pada sebuah tempat dengan tata cara ibadah. Ibadahpun tidak harus dalam gedung gereja, kita bebas datang kepada Tuhan.

Dalam nats Wahyu 4:9 : “Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,”. Ayat ini mereferensikan di mana saja kita menyembah Tuhan, maka gereja Tuhan ada di sana. Allah kita Maha Hadir.

Yesus berkata kepada Petrus bahwa di atas batu karang ini dibangun jemaat, maka kita harus menyadari diri kita adalah gereja Allah. Kita bisa berhubungan dengan Allah kapan saja dan di mana saja. Gereja tetap perlu ada untuk perkumpulan jemaat belajar Firman Tuhan. Tapi begitu keluar dari gereja, kita harus menyadari bahwa kita sendiri adalah gereja Tuhan yang mengkolonisasi bumi. Kita menjadi gereja Tuhan di lingkungan hidup kita sehari-hari.

Lingkungan kita, yang di dalamnya dunia sekuler menjadi tempat ibadah, seperti di jalan, di kantor, di rumah dan sebagainya. Jadikan kehidupan sehari-hari kita adalah ibadah. Kita bisa melakukan semuanya dengan integritas tinggi, mentaati Tuhan dalam segala hal. Ketika kita taat pada Tuhan, promosi datangnya dari Tuhan. Berkat tidak selalu berupa materi, berkat Tuhan bisa datang ketika kita sedang berduka . Dengan menjalani prinsip hidup seperti ibadah, orang lain bisa melihat kehidupan kita yang diberkati Tuhan.

Kita harus mempunyai karakter ilahi (kekudusan dan integritas) di mana saja, seperti nats : “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”

Secara lahiriah kita akan merosot, seperti nats 2 Korintus 4 :18, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”. Kita harus menyadari ada yang bersifat kekal dalam menjalani kehidupan sementara ini.

Dasar awal desain manusia adalah serupa dan segambar dengan Allah, maka dalam diri kita memang sudah dirancang memiliki karakter ilahi. Untuk mencapai tujuan serupa dan segambar dengan Allah, kita perlu untuk terus melekat pada Allah. Ibarat tumbuhan yang dicabut akarnya, ketika kita di luar Tuhan, kita akan mati. Secara fisik mungkin kita kelihatannya seperti naik, tapi sebenarnya kita jatuh.

Sadarilah bahwa suatu saat kita akan kembali ke pangkuan Tuhan, oleh sebab itu selama kita hidup, tetaplah beribadah, tularkanlah gaya hidup warga kerajaan Sorga kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 18 Maret 2018 Pengkhotbah : *Pdt Billy Lantang* ( diringkas oleh : Vera Hartini)


Archive