Hidup Adalah Kesempatan


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Hidup adalah Kesempatan

Ayat Pedoman : Mazmur 90:12 dan Filipi 1:22 Mazmur 90:12 : Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Filipi 1:22 : Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Hidup kita di dunia ada batas waktunya. Oleh karena itu, kita jangan menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Tuhan atas hidup ini. Waktu begitu berharga, sepersekian detik waktu kita bisa berarti hidup dan mati.

Cara kita menyikapi kesempatan hidup yang Tuhan berikan dalam berkaitan waktu ada 3 poin, yaitu :

1. Gunakan hidup kita setiap hari untuk untuk perkara spritualitas Seperti nats Filipi 1:21, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Kita hidup untuk Tuhan, perkara spritualitas berhubungan dengan Tuhan. Dalam masyarakat post-modern, perkara rohani mulai ditinggalkan. Kita harusnya menyadari bahwa Tuhan adalah pemberi dan penyedia hidup. Waktu bersama Tuhan adalah kebutuhan hidup kita yang penting dan mendesak. Jangan lupakan waktu bersama Tuhan.

2. Menjaga prilaku, perbuatan dan tindakan sesuai kehendak Tuhan Nats Filipi 1:9-11 berbunyi : “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,” Paulus mengatakan ini karena jemaat pada saat itu salah kaprah tentang karya keselamatan Tuhan, mereka berpikir setelah diselamatkan dan dibebaskan Tuhan, mereka bebas melakukan apapun. Seperti nats Galatia 5:13 berbunyi : “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Nats ini menyatakan bahwa kebebasan yang telah Tuhan beri bukan berarti hidup bebas semau kita. Kehidupan kita sebelum bertobat dan sesudah harus berbeda. Kita harus mempertanggungjawabkan keselamatan yang Tuhan telah berikan dengan perilaku hidup yang baik. Selama kita hidup, hidupilah iman kita lewat praktek prilaku kita. Kita harus menyadari status kita adalah IMAMAT RAJANI (anak ALLAH).

3. Memberi buah Kita harus menjadi berkat bagi orang lain seperti nats Galatia 6:10, ”Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Dan ternyata dengan memberi, kita mempunyai kepuasan yang lebih banyak daripada kita mencoba untuk memuaskan keinginan kita. Selama kita hidup, jangan lupa berbuat baik karena itulah objek hati kita yang dirancangkan oleh Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 11 Maret 2018 Pengkhotbah : Pdt Gordon Simaremare ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive