Terang Kekristenan Supaya Tetap Bersinar


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Terang Kekristenan supaya tetap Bersinar

Ayat Pedoman : Matius 5:13-16 5:13 : Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 5:14 : Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 5:15 : Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Hidup kita harus memberitakan kematian Tuhan. Kita yang telah mengalami kebaikan Tuhan, harusnya jadi terang dan menjadi saksi. Kebanyakan orang Kristen saat ini hidupnya tidak menjadi kesaksian. Terang kita harus tetap bersinar. Hidup kita harus memiliki nilai integritas yang memancing orang mencari Tuhan.

Integritas memiliki 3 arti, yaitu :

1. Komitmen dan loyalitas Komitmen adalah ikatan janji. Tuhan berkomitmen kepada kita untuk mengasihi dan setia kepada kita, kita juga punya komitmen kepada Tuhan, untuk tetap setia. Kita lihat contoh kehidupan Daniel di nats Alkitab Daniel 1:8 : “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” Daniel yang berkomitmen tidak menajiskan dirinya dan komitmen itu membawa Daniel pada komitmennya yang lain yaitu untuk mempunyai waktu berdoa sehari tiga kali kepada Tuhan. Dan komitmen itu bukannya tidak ada masalah, Daniel berhadapan dengan gua singa karena menjalankan komitmennya tapi Daniel tetap setia. Karena Daniel setia, dia memperoleh kekuatan untuk mengatasi masalahnya.

2. Kualitas Ada bedanya kualitas hidup anak Tuhan dan dunia. Orang Kristen harus meneladani Tuhan. Paulus berkata pada nats 1 Timotius 4:12 : “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”. Kita sudah mempunyai model menjadi teladan yaitu FirmanNya. Cara kita bertindak dan berbicara harus sesuai dengan FirmanNya. Kita bisa memenangkan orang untuk Tuhan karena cara hidup kita, seperti yang tertulis nats 1 Petrus 3:1 : “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,”.

3. Dapat dipercaya, jujur, dan setia Kita bukan hanya percaya sama Tuhan, tapi jadilah orang dipercaya oleh Tuhan. Kita jangan hanya mengatakan Tuhan setia, tapi kita harus membuktikan kita tetap setia pada Tuhan. Paulus yang dipakai Tuhan luar biasa juga mengalami hal yang tidak enak seperti nats 2 Korintus 12:8-10 : “Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Orang yang berintegritas adalah orang yang mau dipercaya dan mau setia kepada Tuhan. Karena kesetiaan kita itulah, Tuhan dimuliakan dan menjadi berkat bagi semua orang. Tetap percaya pada Tuhan, meskipun masalah boleh datang tapi masalah tsb tidak akan melampaui kekuatan kita.

Mari bangun hidup kita dalam Tuhan, bangun Kristus dalam diri kita, bangun persekutuan kita dengan Tuhan, supaya ketika Ia datang, Ia bangga akan hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 04 Maret 2018 Pengkhotbah : Pdt Helena Adna ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive