Tuhan adalah Gembalaku


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Tuhan adalah Gembalaku

Ayat Pedoman : Mazmur 23 : 1-6 23:1 : Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 23:2 : Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 23:3 : Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 23:4 : Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 23:5 : Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 23:6 : Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Pada nats Mazmur 23, perikopnya adalah Tuhan adalah Gembalaku. Ini berarti relasi Tuhan dengan kita adalah seperti gembala yang merawat, memelihara dan mengayomi dombanya.

Tuhan menjadi gembala, maka yang dapat kita peroleh adalah sbb :

1. Kita tak akan berkekurangan, selalu berkecukupan. Cukup artinya sesuai kebutuhan. Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan kita. Dalam Ibrani 13:5 : “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”, kita diajar untuk mencukupkan diri. Apabila kita sudah berkelimpahan, kita harus sadar diri untuk menjadi berkat.

2. Berbaring di padang rumput yang hijau, tinggal di air yang tenang artinya jaminan Tuhan untuk kita secara berkesinambungan. Tuhan sudah mencukupkan kita hari demi hari, tidak hanya untuk hari ini saja.

3. Ia menyegarkan jiwaku, artinya Tuhan menyegarkan jiwa kita, tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan jasmani. Damai sejahtera dan sukacita memenuhi jiwa kita.

4. Ia menuntunku di jalan yang benar. Ketika kita sudah percaya Yesus, kita sudah ada di jalan yang benar, tapi tetap butuh tuntunan Tuhan agar dapat tiba pada tujuan.

5. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman. ‘Lembah kekelaman’ dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia yang dulu berarti ‘dalam bayang-bayang maut’. Dalam situasi menghadapi maut, kita hanya bisa berserah pada Tuhan dan tetap tenang, karena gada dan tongkatNya menyertai kita.

6. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawan. Dalam ayat ini, penulis mengatakan seperti dikejar musuh tetapi dijamu Tuhan, menyiratkan bahwa ketika ada ancaman dari musuh, selalu saja perlindungan Tuhan tetap nyata.

7. Kebajikan dan kemurahan selalu mengikuti aku, artinya : semua yang baik telah disediakan oleh Tuhan. Tuhan kita murah hati yang berarti mudah terbuka dan mudah tergerak oleh karena kita.

8. Diam dalam rumah Tuhan, artinya : tinggal bersama dengan Tuhan, dalam hubungan yang erat dengan Tuhan dan dalam persekutuan denganNya.

Oleh karena itu, tidak perlu ragukan Tuhan sebagai gembala kita, tapi yang kita perlu sadari adalah apakah kita sudah menjadi domba yang baik. Ciri domba yang baik adalah ikut dan mempercayakan dirinya kepada gembalanya.

Pada akhirnya, jadilah domba yang hebat karena kita punya gembala yang hebat.

Sumber :Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 04 Februari 2018 Pengkhotbah : Pdt L.Z. Raprap ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive