Imanuel (Allah beserta kita)

Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Imanuel (Allah beserta kita)

Ayat Pedoman : Matius 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel " Yohanes 15:1-8 : 15:1 : Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 15:2 : Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 15:3 : Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 15:4 : Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 15:5 : Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 15:6 : Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 15:7 : Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 15:8 : Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Imanuel (Allah beserta kita) berarti Dia ada di dalam kita, kita ada di dalam Dia. Hubungan kita dengan Yesus sudah personal, tidak bisa terpisah. Oleh sebab itu, kita diharapkan berbuah banyak dengan tinggal di dalamNya sesuai dengan waktuNya Tuhan. Hal yang tidak baik dari kita, akan Tuhan bersihkan, setelah hati kita menjadi bersih, maka akan muncul karakter yang bersih.

Kisah Yusuf dalam kitab Kejadian, ketika dia berusia 17 tahun mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, saat hendak dibunuh, tetapi dijual sebagai budak. Bersamaan pada waktu itu juga, dia kehilangan keluarganya berikut harga dirinya, ketika dijual sebagai budak. Tapi Yusuf selalu disertai Tuhan, sehingga Yusuf menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya, bahkan Yusuf diberikan kuasa atas rumah dan segala milik Potifar kecuali sang istrinya.

Karena Yusuf menyadari bahwa ia selalu disertai Tuhan, maka ia menolak godaan dari istri Potifar lalu akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Disertai Tuhan bukan berarti jalan hidup kita enak. Untuk taat, kadang mempunyai resiko yang tidak enak. Tapi saat di penjarapun Tuhan menyertai Yusuf. Kepala penjara menyerahkan semua urusan tahanan itu kepada Yusuf. Dari kehidupan Yusuf, kita bisa belajar bahwa di tengah perbudakan dan penjara, Tuhan bisa membuat Yusuf menjadi berkat, artinya dimanapun kita ditempatkan Tuhan, kita harus berusaha menjadi yang terbaik.

Bukti kalau Tuhan menyertai Yusuf sbb : 1. Berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakan 2. Kasih dan sayang dari tuannya 3. Dipercaya 4. Diberikan kuasa (kehormatan) 5. Diberkati ‘melimpah’ 6. Karakter dan kepribadian yang luar biasa.

Pada akhir cerita, Yusuf dipercaya menjadi orang kedua setelah Firaun di Mesir. Bangsa Israel yang mengalami kelaparan sehingga mencari makan ke Mesir, yang terlihat sekilas seperti mencelakakan bangsa dan keluarga Yusuf tapi pada akhirnya rencana besar Tuhan terjadi, yaitu : Yusuf dipanggil Tuhan untuk memelihara suatu bangsa yang besar.

Mari kita tetap tinggal hidup dalam Tuhan dan menyadari ada suatu rencana yang besar bagi hidup kita supaya Allah yang nyata dalam hidup kita, Allah yang dimuliakan dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber :Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 21 Januari 2018 Pengkhotbah : Pdt Andry Panjaitan ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive