Pertumbuhan Gereja


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Pertumbuhan Gereja

Ayat Pedoman : 2 Tesalonika 1:1-5 1:1 : Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. 1:2 : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 1:3 : Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 1:4 : sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: 1:5 : suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

Pertumbuhan gereja di Indonesia tidak sebesar dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya atau Afrika yang bertumbuh secara kuantitas maupun kualitas. Gereja di Indonesia tidak mengalami pertumbuhan signifikan bahkan ditemukan terjadi perpindahan jemaat antara satu gereja ke gereja lain, bukannya mencari jiwa baru untuk masuk ke dalam gereja. Gereja di Indonesia mengalami kesulitan dan kurang bertumbuh.

Gereja yang ingin bertumbuh harus seperti ayat 1 di atas. Pertumbuhan gereja bisa terjadi hanya di dalam Kristus (en Christo). Di dalam Kristus ada kehidupan, di luar Kristus ada kematian. Demikian halnya dengan gereja, banyak orang Kristen beranggapan ke gereja saja cukup dengan tidak perlu hidup dalam ketaatan. Padahal, kekristenan berbicara tentang iman dan etika. Iman adalah konsep hidup dengan Tuhan. Etika adalah praktek hidup keseharian.

Ada juga ajaran mengenai teori kesuksesan di gereja. Ini ajaran salah bila merujuk pada Alkitab. Memang ada orang kaya diberkati Tuhan, tapi orang miskin bukan berarti dikutuk Tuhan. Ada juga ajaran mengenai ikut Tuhan harus pikul salib (penderitaan), ini juga bukan ajaran yang benar. Pikul salib bukan merupakan suatu penderitaan, tapi suatu kebanggaan. Yesus lahir di kandang domba bukan kehinaan, tapi kesederhanaan.

Apabila gereja sudah di dalam Kristus, maka akan terjadi ayat yang ke-2, kasih karunia dan damai sejahtera Allah Bapa yang menyertai. Kata Allah menyertai mempunyai arti lebih dalam lagi, lebih tepatnya merasuki, sehingga ada kesamaan persepsi dengan Tuhan, kesamaan sistem dengan Tuhan, bahkan ada pengendalian di dalam Kristus.

Dalam ayat ke-3, Paulus merasa wajib bersyukur atas kondisi jemaat di Tesalonika, karena Paulus merasa bangga sekali dengan jemaat di sana. Paulus bangga karena iman dan kasih jemaat makin kuat. .Jemaat harusnya membanggakan hamba Tuhannya, bukanlah membebani hambaNya, atau sebaliknya hamba Tuhan membebani jemaat. Gereja harus menjadi fungsinya yaitu : menjadi garam dunia. Iman perlu ditambahkan supaya dunia bisa melihat karya Tuhan. Kasih kita juga harus semakin murni dan menjadi ‘agape’ seperti yang Tuhan inginkan, jangan mendasarkan kasih dengan hal-hal yang jasmaniah. Mari kita hidup dalam kasih Tuhan sampai kita dipanggil pulang.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber :Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 14 Januari 2018 Pengkhotbah : Pdt Demsy Jura ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive