Be A Peace Bearer (Pembawa Damai)

Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Be A Peace Bearer (Pembawa Damai)

Ayat Pedoman : Yohanes 14:27 : “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Damai adalah kebutuhan esensial bagi semua manusia. Shalom adalah suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dari nats tsb, Rasul Yohanes menyatakan, bahwa hanya Yesus satu-satunya yang dapat memberikan damai. Tanpa mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan, maka kita tidak akan pernah mengalami ‘shalom’ dalam hidup kita. Contohnya seperti manusia pertama di dunia : Adam dan Hawa. Walaupun memiliki segalanya di taman Eden, tetapi karena tidak memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, maka akan mudah jatuh ke dalam dosa. Jadi, pastikan kita pergi ke gereja karena ingin mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan, bukanlah karena sibuk pelayanan saja.

Rasul Paulus berkata bahwa damai sejahtera adalah wasit atas berbagai pilihan yang diperhadapkan kepada orang percaya.

Pada Kolose 3:14-17 menyatakan : 3:14 : Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 3:15 : Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 3:16 : Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 3:17 : Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Ayat kuncinya terletak pada ayat ke-15. Dengan damai sejahtera, maka kita dapat menuntaskan dan menyelesaikan tanpa ragu seluruh pertanyaan yang muncul di dalam pikiran kita dengan tenang. Wasit itu sendiri didefinisikan sebagai orang yang berani memutuskan apa yang menurut dia benar sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Apabila suatu saat kita mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, maka kita tidak akan mengalami damai sejahtera.

Damai sejahtera yang kita miliki adalah wasit. Tugas wasitlah yang memastikan bahwa pertandingan hidup kita sesuai dengan jalan yang sudah Allah tetapkan bagi kita. Jangan menganggap enteng damai sejahtera yang kita miliki, peranannya sangat krusial untuk memutuskan pilihan yang sesuai dengan rencana Allah.

Di saat kita memilih kebencian, maka kita akan kehilangan damai sejahtera. Kebencian membuat hati dan hidup kita menjadi gelap. Kasihlah yang membuat hati dan pikiran kita menjadi terang seperti nats berikut ini. 1 Yohanes 2:9 : “Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.” 1 Yohanes 2:11 : “Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.” Kolose 3:14 : “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Perayaan Natal yang alkitabiah tidak hanya dengan memasang pohon terang, tapi harus memberikan pengampunan kepada siapapun yang pernah menyakiti kita. Tidak cukup hanya dengan menyalakan lilin, tetapi harus juga mendoakan dan memberkati orang-orang yang pernah berbuat jahat kepada kita.

Pilihan hidup kita hanya ada dua, yaitu : perpecahan vs persatuan. (Kolose 3:15b : “karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh”) Perpecahan membuat kita lemah dan mudah dikalahkan. Apabila orang Kristen dalam pernikahannya mempunyai pikiran untuk bercerai, maka kita akan kehilangan damai sejahtera. Keluarga yang terpecah-belah akan membuat anak-anak dalam keluarga itu mudah terjatuh menjadi pelaku-pelaku kejahatan dan terjerumus ke dalam bahaya narkoba.

Kesatuan membuat kita kuat dan menjadikan kita lebih dari pemenang seperti nats di bawah ini : Pengkhotbah 4:12 : “Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

Tuhan memberkati.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 10 Desember 2017 Pengkhotbah : Pdt Antonius Mulyanto ( diringkas oleh : Judy Gunarto )


Archive