Hidup Bebas dari Stress


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Hidup Bebas dari Stress

Ayat Pedoman : Ayub 1:21-22 1:21 : katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" 1:22 : Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Semua pekerjaan mempunyai tingkat stress masing masing termasuk pendeta. Stress yang tidak dapat ditanggung akan merusak kesehatan dan bisa beresiko menjadi kanker atau penyakit jantung dibandingkan resiko menjadi perokok. Untuk tetap hidup sehat, kita perlu menjaga hati dengan segala kewaspadaan.

Ayub kehilangan kekayaaan, keluarga, dan kesehatan. Ayub juga masuk dalam tahapan stress (Ayub pasal 3). Tapi pada akhir cerita Ayub, dia dipulihkan dari keadaannya, menang atas stress. Persoalan, masalah dan tantangan pasti akan ada senatiasa, tapi kita bisa menghadapinya.

Cara untuk mengatasi persoalan dengan benar adalah sbb :

1. Respon yang benar Kita harus tetap bersyukur atas apapun keadaan kita dan meneladani kisah Ayub karena dia tidak ditemukan berdosa atas masalah yang menimpanya. Ayub 1:21-22 : “katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut." Efesus 5:20 : “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” Mengucap syukur adalah tanggapan aktif bahwa kita mengetahui Allah sedang bekerja dalam hidup kita oleh anakNya Yesus Kristus dan Roh Kudus. Ujian dan tantangan perlu kita lalui untuk mencapai kedewasaan. Ujian terhadap iman, menghasilkan kesempurnaan. Ujian terbesar adalah ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi kita bisa mengucapkan, “Terima kasih Tuhan’

2. Komunitas yang benar Awalnya, teman Ayub mau menghiburnya tetapi pada akhirnya mengatakan semua penderitaan Ayub karena dosa. Ayub kecewa terhadap temannya. Ayub 16:2 : "Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua!” Komunitas yang salah dapat menyebabkan kita makin stress atas masalah kita. Sesama saudara seiman harus berempati terhadap masalah orang lain. Empati artinya kita ikut merasakan penderitaan orang dan berusaha memberikan solusi / bantuan. Kita harus punya komunitas yang saling mendoakan dan menguatkan. Komunitas yang benar menyebabkan jemaat bertumbuh dengan benar, jemaat yang lemah bisa dikuatkan dalam komunitas yang benar.

3. Keyakinan yang benar Pada Ayub pasal 42, dia berkata segala rencana Tuhan tidak ada yang gagal. Sedangkan pada pasal 38 s.d. 41, tidak dijelaskan mengapa Ayub harus menderita, tapi Tuhan menantang Ayub dengan pertanyaan yang tidak bisa Ayub jawab.

Kesimpulannya : Stop saying “Why, Lord?’”, tetapi tanyakan Tuhan : “What, Lord ?” Rencana Tuhan selalu baik. Kita bisa lihat di akhir hidupnya Ayub pada pasal 42:10-17 42:10 : Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 42:11 : Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas. 42:12 : TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. 42:13 : Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; 42:14 : dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. 42:15 : Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki. 42:16 : Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. 42:17 : Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

Contoh lainnya adalah Yusuf, dibenci oleh saudaranya, dijual jadi budak, difitnah oleh penguasa Mesir. Dan akhirnya jadi penguasa Mesir untuk memelihara keturunan Yakub. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Allah baik bagi kita semua. Roma 8:28 : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 12 November 2017 Pengkhotbah : Pdt Amos Hosea ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive