Parameter Kesuksesan Gereja


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Parameter Kesuksesan Gereja

Ayat pedoman : Kisah Para Rasul 11:26 : “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen”

Gereja berasal dari kata ‘Ecclesia’. Ketika bangsa Israel dijajah oleh Romawi, kaisar Romawi memilih beberapa orang dari bangsa Israel untuk mengepalai daerah dan menentukan nasib daerah / kota seperti layaknya seorang bupati. Orang yang berasal dari bangsa Israel yang terpilih, lalu menjadi kepala daerah/kota ini disebut ecclesia

Tujuan Tuhan buat gereja adalah untuk menentukan nasib kota/daerah. Gereja ada untuk menjadi berkat bagi kota. Dalam kitab Matius 5 berkata kita adalah terang dan garam dunia. Hidup sebagai orang percaya tidak jadi berkat, nasib kita akan jadi seperti garam yang diinjak oleh orang.

Dalam Kisah Para Rasul 11:26 : “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” Kristen diambil dari kata ‘Kristos’ (gambaran Kristus) karena murid murid pada masa itu melayani seperti Kristus melayani. Kristus identik dengan kebaikan. Jadi, kekristenan seharusnya bukanlah menjadi sekedar agama.

Lagi, dalam Kisah Para Rasul 11:24 : “karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” Penuh dengan Roh Kudus bukan hanya berbahasa Roh. Penuh Roh Kudus tandanya kita berbuat baik pada semua orang. Hal ini termasuk dalam perkara mengampuni.

Nats Matius 5:6 : “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Seorang Kristen seharusnya mempunyai kasih sayang dan kemurahan.

Kesalahan kekristenan pada masa kini adalah :

1. Kita memisahkan sekuler dan rohani

Kekristenan di mata dunia saat ini : kurang berdampak di dunia kerja, tidak memperlakukan orang dengan hormat, menipu, mencuri, memanfaatkan kebaikan orang lain, selingkuh, pasti bercerai apabila dibolehkan, suka bertengkar, tidak suka berdamai, mementingkan diri sendiri, dll. Roma 12:1 : “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Sudah seharusnya hidup kita adalah penyembahan dan ibadah. Pekerjaan kita adalah pelayanan kita. Karya baik kita di dunia nyata adalah yang mempermuliakan Tuhan di mata dunia. 1 Timotius 6:1-2a : "Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus” Nats ini artinya apabila kita kerja untuk manusia, lakukan dengan sungguh-sungguh seperti untuk Tuhan. Upah kita sesungguhnya berasal dari Tuhan.

2. Gereja hanya fokus pada jumlah

Ketika gereja berfokus pada jumlah jemaat, maka tempat ibadah akan menjadi prioritas utama. Pertumbuhan Gereja yang sesungguhnya adalah mempersiapkan setiap orang yang datang ke gereja dapat bertemu Tuhan, bertumbuh dalam kebenaran, kasih dan iman

Parameter kesuksesan Gereja seharusnya : 1. Apakah Gereja sudah berdampak bagi kota/masyarakat ? Gereja harus menjadi berkat bukan hanya mengumpulkan sejumlah jemaat saja, tapi berdampak bagi kota dan masyarakat. Setiap individu harus menjadi berkat di dunia kita masing-masing. Yeremia 29:7 : “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

2. Apakah jemaat benar-benar bertumbuh ? Setiap jiwa dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan bertumbuh dalam kebenaran dan kasih.

3. Apakah kita benar-benar saling mengasihi ? Tanda saling mengasihi adalah : a. Gaya hidup saling membantu Galatia 6:8 : “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

b. Tidak ada gossip 1 Petrus 4:8 : “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”

c. Tidak menghakimi Yakobus 2:13 : “Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.”

d. Cepat saling mengampuni

1 Yohanes 4 ayat 20 : “Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”

Selama masa hidup 3,5 tahun di bumi, Yesus paling banyak melakukan 3M (menyembuhkan, mengajar dan memberi makan). Kenyataan kekristenan saat ini, biaya pengobatan di rumah sakit Kristen tidak terjangkau bagi kaum miskin. Sekolah kristenpun mahal biayanya. Kekritenan menjadi tidak peka terhadap kemiskinan.

Apabila kita melihat contoh dampak Yesus bagi dunia di Alkitab Pada nats Lukas 7:20-22 berbunyi : 7:20 : Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" 7:21 : Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. 7:22 : Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Jadi, sudah seharusnya begitu pula dampak kita bagi dunia ini.

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 29 Oktober 2017 Pengkhotbah : Pdt. Henny Kristianus ( diringkas oleh : Vera Hartini )


Archive