Blind Spot (Titik Kelemahan)


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Blind Spot (Titik Kelemahan)

Ayat Pedoman : Roma 3:9-18 3:9 : Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, 3:10 : seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 3:11 : Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 3:12 : Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 3:13 : Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 3:14 : Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, 3:15 : kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. 3:16 : Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, 3:17 : dan jalan damai tidak mereka kenal; 3:18 : rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Bila kita tidak berbuat seperti nats tsb, maka doanya sudah pasti tidak didengar apalagi dijawab oleh Tuhan.

Ada orang yang tidak menyadari kekurangan dan dosa atau kesalahannya. Bila ada yang menyadari ‘blind spot’ ini, lalu berubah ke arah yang positif (bertobat), maka pintu berkat terbuka bagi orang tsb. Perubahan ke arah yang baik/positif, sanggup menggerakkan hati Tuhan. Contohnya : pertobatan penduduk kota Niniwe.

Bila ada ‘blind spot’, maka perlu ada orang di sekitar kita yang memberitahu diri kita.

Ada 2 hal yang harus kita lakukan dalam hidup kita : 1.Mempunyai kebesaran hati untuk dikritik, dinasehati, ditegur agar kita menyadari ada blind spot dalam hidup kita. Ketika ada yang menegur kita, milikilah hati yang besar, karena siapa tahu orang yang menegur kita itu dipakai oleh Tuhan untuk menegur kita di area blind spot kita, yang kita sendiripun tidak menyadarinya. Tuhan bisa mengutus beberapa orang untuk menegur dan menasehati kita, supaya hidup kita berubah tetapi seringkali kita tidak mau mendengarkannya, sehingga hidup kita tidak mengalami perubahan.

2. Ketika Tuhan memakai kita untuk menegur blind spot seseorang, maka berbicaralah dengan hikmat. Apabila kita tidak memakai hikmat, maka teguran dan nasehat kita akan berbalik lagi kepada kita sendiri. Berbicaralah dengan lemah lembut dan intonasi yang pelan agar orang yang kita tegur tidak tersinggung.

Pesan utama dari Tuhan untuk kita adalah menyadari bahwa setiap dari kita pasti mempunyai blind spot dan orang-orang di sekitar kita adalah orang-orang yang berguna, dipakai Tuhan dalam menyadarkan kita akan adanya blind spot dalam hidup kita.

Ada orang-orang tertentu yang harus selalu di dorong / ditekan supaya kekuatan atau potensi yang dimilikinya bisa keluar secara maksimal.

Milikilah hati yang besar untuk menerima masukan dari orang lain. Apabila kita tdk bisa menerima masukan dari orang lain, maka kitapun tidak akan bisa berubah di hadapan Tuhan.

Pada nats Matius 7:3-5 berbunyi sbb : 7:1 : "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 : Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 : Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 : Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 : Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Hal positif dari bacaan tsb adalah kedua orang yang saling menghakimi itu memiliki kekurangannya masing-masing, lalu akan saling memberitahukan tentang kekurangan itu, maka keduanya pun akan berubah lebih baik.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 08 Oktober 2017 Pengkhotbah : Pdt Yovi Handyawan ( diringkas oleh : Yudi Goenarto )


Archive