Menjadi Sempurna dengan Perjuangan yang Keras


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Menjadi Sempurna dengan Perjuangan yang Keras Ayat Pedoman : Lukas 13:23-24 13:23 : Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 13:24 : Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Untuk masuk dalam kerajaan Sorga tidak bisa tidak membutuhkan perjuangan. Kalaupun perjuangan yang dilakukan, haruslah perjuangan yang sangat keras. Usaha yang keras dari ayat 24 di atas adalah agōnízomai. Artinya : berjuanglah sampai menggunakan seluruh upaya / tenaga / kekuatan hingga keluar air mata / keringat bahkan darah.

3 prinsip orang Kristen adalah : pikul salib, bayar harga dan menyangkal diri. Karakter manusia tidak dapat diubah hanya dengan didoakan saja, oleh sebab itu membutuhkan waktu untuk berubah dari waktu ke waktu. Untuk diubahkan menjadi seperti DIA, membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat, artinya : kekristenan bukan sesuatu yang instan.

Jangan disalahgunakan segala sesuatu dengan tumpang tangan pasti jadi beres (hutang, lapar, karakter buruk, dsb). Perjuangan untuk meraih kehendak Bapa di Sorgapun bukan berjuang untuk menjadi kaya secara materi. Kekristenan bukan harus menjadi kaya secara materi. Kayapun bukan hal yang salah. Yang Tuhan inginkan dari hidup kita adalah hidup yang berkelimpahan (hidup berkualitas).

Pada Yohanes 3:1-3 berbunyi sbb : 3:1 : Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 3:2 : Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 3:3 : Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Pada ayat 3, yang dimaksud dengan dilahirkan kembali adalah menjadi bayi Kristen yang bertumbuh secara sempurna sesuai dengan umur rohaninya. Dilahirkan kembali itu harus menjadi embrio Kristen yang bertumbuh menjadi dewasa secara rohani sesuai dengan Matius 5:48 (“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.")

Ayat ini bukan berarti kita harus sama seperti Tuhan Yesus yang bisa lapar, haus dan bahkan berbuat dosa.

Orang kristen tidak bisa bertumbuh kalau manja, mari belajar untuk melakukan kehendakNya, milki pikiran seperti pikiran Kristus, baca dan perkatakan Firman Tuhan lalu taruh itu di dalam pikiran dan roh kita dengan dilakukan berulang kali setiap hari. Saat Roh Kudus bekerja lewat ayat Firman Tuhan yang kita baca, DIA pasti campur tangan berkarya dalam hidup kita.

Untuk menjadi sempurna seperti Bapa dibutuhkan usaha untuk membaca Alkitab, imani dan taruh di hati dan pikiran kita. Lalu berdoa dan mengimani firmanNya, maka akan menjadi rhema dalam hidup kita. Rhema itu sendiri adalah benih Roh Kudus yang akan membawa perubahan dalam hidup kita.

Matius 7:21 berbunyi : “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Lakukanlah kehendakNya maka pintu Sorga terbuka untuk kita semua.

Ketika Yesus menjadi manusia, dia mengosongkan dirinya (=kenosis) agar mampu melakukan kehendak Bapa di Sorga.

Lukas 12 : 10 : “Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.” Apabila kita tidak mengijinkan Roh Kudus untuk berkarya dan mendidik kita dalam kehidupan sehari-hari, maka sesungguhnya kita sedang menghujat Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang mampu membawa manusia ke arah kesempurnaan. Perasaan kitapun harus terus dilatih supaya kita tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Mari kita menjadi pengantin yang sama-sama cakap ketika bersanding denganNya di kemudian hari karena kita telah mencapai kesempurnaan.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 10 September 2017 Pengkhotbah : Pdt Michel Sonny Suryawan ( diringkas oleh : Judy Goenarto )


Archive