Memperjuangkan Pernikahan


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Memperjuangkan Pernikahan

Ayat Pedoman : Matius 19:5-6 19:5 : Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 19:6 : Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Kasus perceraian terjadi karena adanya masalah. Banyak masalah membuat rumah tangga menjadi gagal atau hampir gagal walaupun tidak bercerai. Terkadang masalah itu akan membuat suatu pernikahan itu hanya jalan di tempat saja. Dalam setiap pernikahan pasti ada masalah, tetapi jangan takut. Hadapilah setiap masalah dan menangkanlah perjuangan atas rumah tangga dari kehancuran.

Ketidakharmonisan dan perceraian muncul umumnya karena masalah komunikasi dan temperamen

A.Masalah komunikasi

90% buruknya komunikasi karena kurang berkomunikasi atau salah berkomunikasi, kebingungan memahami pesan, dan komunikasi yang tidak bermutu.

Ada 4 jenis komunikasi dalam pernikahan, yaitu : 1. Komunikasi asal-asalan (terpaksa basa-basi) 2. Komunikasi pemberitahuan (laporan) 3. Komunikasi keinginan (muncul banyak ide) 4. Komunikasi intim (hati ke hati).

2. Masalah temperamen : gaya seseorang memberikan tanggapan * Sanguin : si populer * Melankolis : si sempurna * Koleris : si kuat * Plegmatis : si damai Semua jenis temperamen tsb harus dibawa ke arah kedewasaan dan ditempatkan pada posisi yang tepat.

Pernikahan harus dimulai dengan KASIH.

Cara memperjuangkan pernikahan secara praktis yaitu : 1. Menghormati pasangan seumur hidup. Dukunglah pasangan kita setiap saat bahkan yang menyangkut keluarga besarnya

2. Perjalanan maaf seumur hidup Di saat memasuki pernikahan, di saat itulah tidak ada yang dapat luput dari kesalahan. Berikanlah maaf bagi pasanganmu setiap kali dia bersalah padamu.

3. Panjang sabar seumur hidup.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 16 Juli 2017 Pengkhotbah : Pdt Andreas Goei ( diringkas oleh : Judy Goenarto )


Archive