Jawaban Doa


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Jawaban Doa

Ayat pedoman : Kejadian 17:1-8

17:1 : Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 17:2 : Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." 17:3 : Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 17:4 : "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:5 : Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:6 : Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 17:7 : Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 17:8 : Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

Ketika Tuhan diam bukan berarti Tuhan tidak menjawab doa kita. Tuhan selalu menjawab doa kita, jawabannya berupa : ya; tidak atau tunggu. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sangat teratur dan tidak bertindak secara sembarangan. Dia akan menjawab doa kita sesuai dengan maksud dan tujuanNYA. Kalaupun Dia tidak menjawabnya atau berdiam diri maka Dia-pun pasti mempunyai rencana yang jauh lebih baik baik bagi hidup kita.

Tuhan menguji 2 hal terhadap kita kalau Dia sedang berdiam diri, yakni : 1. Tuhan menguji iman kita, seperti Tuhan menguji iman Abraham dari nats tsb. Hal ini dilakukanNya karena manusia mempunyai kecenderungan ingin segala sesuatunya serba cepat / instan. Disinilah Tuhan menguji kesabaran kita. Tuhan selalu bekerja menurut cara dan waktuNYA, bukan menurut cara dan waktu kita. Manusia selalu melihat hasil sedangkan Tuhan selalu melihat pada prosesnya. Contoh : Abraham diuji 40 tahun di padang gurun, Yusuf dipenjara selama 14 thn, dll

2. Tuhan ingin menguji kesabaran kita. Percaya kepada Tuhan itu tidak gampang, apalagi kalau kenyataan sangat bertolak belakang dengan apa yang Tuhan janjikan.

Mengapa Tuhan seringkali menjanjikan hal-hal yang sangat kontradiktif (kenyataan berbeda dengan janjiNya) ?

Ada 2 alasan utamanya yaitu :

1. Tuhan ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Allah yang hidup. Tuhan adalah Elohim.

2. Tuhan ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah ElShaddai Allah yang Maha Kuasa.

Kita diberkati bukan karena situasi dan kondisi tetapi karena kita mempunyai iman dan pengharapan. Hiduplah takut akan Tuhan maka kita dan keturunan kita akan diberkati oleh Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 04 Desember 2016 Pengkhotbah : Pdt Agus Lutan ( diringkas oleh : Judy Goenarto)


Archive