Murid Kristus yang Sejati


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Murid Kristus yang Sejati

Ayat Pedoman : Kisah Para Rasul 2 : 43-47

2:43 : Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 2:44 : Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 2:45 : dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 2:46 : Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 2:47 : sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Murid adalah orang yang selalu bersama dengan gurunya, untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik melalui pengajaran yang diajarkan maupun pengalaman bersama-sama gurunya itu. Istilah Kristen di dalam kitab Perjanjian Baru adalah orang yang berkomitmen kepada Kristus atau bertingkah laku atau bersikap sama seperti Kristus.

Pada Kisah Para Rasul 11 : 26-28 berbunyi : 11:26 : Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. 11:27 : Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 11:28 : Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.

Lalu pada 1 Petrus 4 : 8 berbunyi : “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”

Minimal ada 5 ciri murid Kristus yang sejati yaitu :

1. Mengalami pertobatan (Kisah Para Rasul 2 : 41 : “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.”) Arti pertobatan adalah perubahan pikiran untuk mengubah arah hidup secara total (bahasa Yunani:Metanoia ).

2. Melakukan penyembahan Arti penyembahan adalah sikap membungkuk / ekspresi kasih / persekutuan tertinggi / memberi hidup secara total bagi Kristus.

3. Melakukan persekutuan Sebagai orang kristen, kita harus memiliki prinsip Contact -Assist- Relate - Encourage ( CARE )

Contact : melakukan kontak dengan sesama kita. Assist : membantu sesama kita yang membutuhkan. Relate : Berhubungan dengan sesama kita. Encourage : Menguatkan sesama kita yang lemah.

4. Melakukan pengajaran tentang Kristus

5. Melakukan penginjilan (Kisah Para Rasul 2:47 : “sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”) Adapun tiga level penginjilan meliputi :

A. Melalui kehadiran kita / presensi. B. Proklamasi C. Persuasi.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 16 Oktober 2016 Pengkhotbah : Pdt Amos Hosea ( diringkas oleh : Yudy Goenarto )


Archive