Peran Keluarga dalam Mencegah Kejahatan Seksual Pada Anak


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Peran Keluarga dalam Mencegah Kejahatan Seksual pada Anak

Kehidupan di dunia ini sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lihat, dengar dan baca. Kalau kita mengetahui tentang kebenaran ini maka kita akan memperhatikan Firman Tuhan dengan serius.

Ada 5 hal yang harus kita lakukan, sebagai orang tua dengan melihat keadaan dunia saat ini, yaitu :

1. Tanamkanlah iman dari sejak dini kepada anak-anak kita. (2 Timotius 1:3-5 )

1:3 : Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

1:4 : Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.

1:5 : Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Caranya dapat mengajak ke sekolah minggu, rutin mengikuti ibadah raya di gereja dan selalu mengadakan mezbah keluarga di rumah kita. Biasakanlah anak-anak kita untuk selalu berdoa dan membaca Alkitab. Hal ini hanya dapat terwujud apabila ada kerjasama antar kedua orang tua.

2. Orang tua harus menjadi teladan yang baik untuk anaknya.

(Yohanes 13:15 : “Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”)

Keteladanan orang tua jauh lebih efektif daripada perkataan atau sekedar perintah. Metodenya adalah jadikan diri kita teladan atau contoh bagi anak kita, walaupun hal tsb sama sekali tidak mudah.

3. Terapkanlah disiplin dan kasih secara seimbang / tidak berat sebelah.

(Wahyu 3 : 19 : “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”)

Rumah kita adalah tempat pendidikan yang paling dasar dalam kehidupan anak-anak kita. Ajarkanlah anak-anak kita nilai-nilai yang benar seperti belajar menghargai, belajar bertanggung jawab dan mempunyai rasa empati terhadap sesama, dst. Tanamkan nilai-nilai tsb terus menerus sehingga anak-anak kita akan menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab serta sekaligus juga memiliki kasih terhadap sesamanya.

4. Beri edukasi terukur pada anak-anak kita

(2 Petrus 1 : 5 : “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,”)

Orang tua harus mampu mengedukasi secara terukur hal-hal yang terjadi di seputar kehidupan anaknya seperti acara tv, bahaya narkoba, bahaya sex bebas dsb kejahatan seksual sesuai dengan tingkatan umurnya.

5. Arahkan dan beri anak kita mimpi atau cita-cita yang baik sejak dari kecil sehingga terarah dan jelas tujuannya. (Amsal 29 : 18 : “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”)

Sebagai orang tua kita harus memprogram anak kita supaya sumber dayanya muncul. Andaikan saja tidak sesuai dengan keinginan awal kita, asalkan itu baik dan benar maka sebagai orang tua kita harus mendukungnya.

Kalau kelima hal ini diterapkan maka pasti akan ada shalom Tuhan di dalam rumah tangga kita.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 18 September 2016 Pengkhotbah : Pdt Ara Siahaan ( diringkas oleh : Yudy Goenarto )


Archive