Perjumpaan dengan Tuhan


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Perjumpaan dengan Tuhan

Ayat Pedoman : Keluaran 3:2-6 3:2 : Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

3:3 : Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

3:4 : Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

3:5 : Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

3:6 : Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Alasan perjumpaan dengan Tuhan itu sangat penting karena tanpa mengalami hal itu maka kekristenan hanya akan menjadi sama seperti agama lain di dunia ini. Di sinilah letak uniknya kekristenan bila dibandingkan dengan agama lain, yaitu : kita dapat mengalami perjumpaan secara langsung dengan Tuhan itu sendiri.

Secara garis besar ada 3 macam perjumpaan dengan Tuhan, yaitu :

1.Perjumpaan dengan kuasaNYA

Level perjumpaan ini adalah level terendah saat kita hanya berjumpa denganNYA melalui berbagai macam mujizat / peristiwa adikodrati.

2. Perjumpaan dengan kebenaranNYA

Perjumpaan tipe ini adalah melalui firmanNYA yang kita baca dan renungkan setiap hari di dalam Alkitab. Apabila kita tidak mengerti tentang kebenaranNYA, maka hidup kita akan sia-sia. Apabila kita sudah mengerti tentang hal ini, maka kebenaran itu akan memerdekakan kita dari segala belenggu dosa dan membuat kita bertumbuh.

3. Perjumpaan dengan KasihNYA

Seringkali kita bertanya, mengapa kita tidak dapat menjumpai Tuhan dan mengalami hadiratNYA dengan intim. Penyebabnya adalah kita tidak haus atau lapar bahkan tidak sungguh-sungguh dalam mencari Tuhan dengan segenap hati dan kekuatan kita.

Kunci untuk dapat bertemu dengan Tuhan adalah kita harus mempunyai 'rasa' lapar dan haus akan firmanNYA. Berbicara tentang rasa lapar (kerinduan) ini maka secara otomatis kita akan selalu memprioritaskan waktu yang terbaik untuk Tuhan dan bukannya sisa waktu kita.

Waktu mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka kita akan mendapatkan kekuatan baru untuk mampu menghadapi masalah kita sehari-hari. Contohnya : seperti kita naik pesawat terbang maka semua yang ada di bawahnya akan terlihat kecil. Hal yang sama ketika kita sedang terbang dalam hadiratNYA, maka semua masalah kita akan terlihat begitu kecil. Harapan dan kekuatan baru akan membantu kita melewati masalah kita.

Dampak dari perjumpàan dengan Tuhan adalah hidupnya pasti berubah dan diperbarui terus menerus hari lepas hari. Lalu, sudut pandang kita terhadap masalah juga pasti akan berubah.

Sebagai ayat penutup adalah Filipi 3:10-14 sbb :

3:10 : Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

3:11 : supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

3:12 : Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 : Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 : dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 17 Juli 2016 Pengkhotbah : Pdt Andryanto Suwardi ( diringkas oleh : Yudi Goenarto )


Archive