Jangan pernah Menyerah


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Jangan pernah Menyerah

Ayat Pedoman : Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Anak-anak Tuhan sudah seharusnya bukanlah tipe orang yang mudah menyerah. Mengapa seseorang bisa sukses ? Rahasianya adalah mereka tidak pernah menyerah dan tawar hati.

Ada 3 hal yang membuat manusia mudah menyerah, yaitu:

1.Menggunakan kekuatan kita sendiri. Pada Yohanes 15:5 berbunyi : “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Alasan kita tidak boleh memakai kekuatan kita sendiri karena : A. Manusia memiliki banyak keterbatasan B. Manusia tidak mengetahui banyak hal.

Kitab Yeremia 33:3 berkata : “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Andalkan Tuhan senantiasa karena DIA tak terbatasi oleh apapun. Apabila kita selalu mengandalkan Tuhan maka DIApun tidak akan pernah mengecewakan kita.

C. Manusia tidak bisa memprediksi banyak hal.

Pada kitab Amsal 27:1 berbunyi : “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.”

2. Selalu berpikiran negatif.

Firman Tuhan pada kitab Roma 12:3 menyatakan bahwa : “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Ayat lainnya pada 1 Korintus 2:16 : “Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” Berpikiran seperti Kristuslah, yang selalu berpikiran positif supaya iman kitapun dapat bertumbuh dengan baik.

Hal mengenai cara berpikiran yang positif dapat dibaca lagi pada Filipi 4:8.

3. Tidak mengandalkan Tuhan.

Kitab Amsal 3:5-6 berbunyi : “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 05 Juni 2016 Pengkhotbah : Pdt Antonius Kindangen ( diringkas oleh : Yudi Goenarto)


Archive