Fondasi Hidup Orang Beriman


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Fondasi Hidup Orang Beriman

Ayat Pedoman : Yudas 1:20-21 1:20 : Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 1:21 : Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Inilah 3 fondasi hidup kita yang kekal dan tak lekang oleh waktu, yang perlu kita semua perhatikan adalah sbb :

1. Urusi fondasi iman kita Milikilah iman yang paling suci dan murni. Alasan iman itu sangat penting karena iman melampaui nalar atau akal sehat kita. Apabila kita masih memakai nalar atau akal sehat kita yang notabene sangat terbatas itu, maka kita akan mudah sekali disesatkan. Iman itu sendiri adalah kepercayaan secara totalitas, yang tidak dapat dilihat atau tidak dapat diterima dengan akal sehat. Salah satu contoh iman yang tidak murni adalah mengatakan bahwa di luar Yesus masih ada keselamatan. Padahal itu tidak benar. Ketika kita percaya kepada Yesus dan mengakuinya sebagai Tuhan dan Juru selamat kita, itulah iman murni di luar akal sehat kita.

2. Tidak semua orang yang bisa mendengar atau berbicara dengan Tuhan bahkan dekat dengan Tuhan memiliki iman yang baik Contohnya : Kain; ketika persembahan Habil, adiknya diterima Tuhan maka hatinya menjadi panas dan dengki lalu membunuh adiknya. Contoh lain : Bileam; yang ‘dibayar’ untuk pelayanannya kepada Tuhan. Seringkali kita juga seperti ini, memilih jenis pelayanan yang menguntungkan, bahkan yang enak atau nyaman tempatnya. Padahal iman yang murni kadang diuji ketika kita merasa terganggu kenyamanannya. Jangan pernah menjadikan materi sebagai patokan dalam pelayanan kita kepada Tuhan.

3. Prioritaskan kehidupan rohani lebih daripada fisik. Terkadang kita bisa berjam-jam ke salon; bisa berjam-jam mencari uang dan bergosip ria; bahkan lebih parahnya untuk hal rohani kita biarkan terlantar. Kita berpikir cukuplah kita setiap hari Minggu ke gereja, ikut komsel, ikut doa pengerja, dsb. Ketika di luar gereja, bagaimana kita mengurusi rohani kita, apakah kita sanggup berdoa dan memuji Tuhan berjam-jam sama seperti kita melakukan hobi dan pekerjaan kita. Iman yang murni mengingatkan diri kita kepada komitmen kita bahwa kita adalah hamba Tuhàn dan bukan sebagai bos yang meminta berbagai macam fasilitas ketika bekerja di ladangNya Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 17 April 2016 Pengkhotbah : Pdt Gordon Simaremare ( diringkas oleh : Yudi Goenarto)


Archive