Pertumbuhan yang Sehat


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Pertumbuhan yang Sehat

Ayat Pedoman : Lukas 2 : 46-52 2:46 : Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 2:47 : Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.

2:48 : Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."

2:49 : Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"

2:50 : Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 2:51 : Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

2:52 : Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Dari perikop di atas, dapat digambarkan kalau Yesus memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata untuk anak seusianya, walaupun Yesus cerdas sejak kecil tetapi Dia tetap patuh dan hormat kepada kedua orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai tukang kayu.

Nilai kita sebagai hamba Tuhan bukanlah ditentukan dari jas atau dasi yang kita pakai; mobil apa yang kita miliki atau jenis pelayanan kita di dalam gereja. Nilai kita sebagai hamba Tuhan adalah ketika kita sedang berada pada masyarakat luas, dengan bersaksi dan memberitàkan Injil, barulah dapat kita dikatakan seorang pribadi yang benar di hadapan Tuhan.

Seperti apapun keadaan orang tuamu, taatilah mereka supaya lanjut usiamu. Minimal ada 3 poin penting yang dapat kita simpulkan bila dikupas dari perikop tsb, sbb :

1. Keluarga adalah kunci utamanya

2. Akrab di rumah Bapa (tinggal dalam hadirat Tuhan)

Poin ini berbicara mengenai relasi pribadi kita dengan Tuhan.

Contohnya : Daniel. Daniel mempunyai roh yang menyala-nyala. Hal ini dapat terjadi apabila Daniel mempunyai hubungan yang sangat intim bersama Tuhan. Bahkan dikatakan dalam Alkitab, ketika raja Darius menyuruh semua yang ada di istananya untuk sujud menyembah hanya kepada raja saja, Daniel bergeming dengan tetap memuji-muji dan memuliakan Tuhan. Luar biasa sekali ! Bagaimana dengan kita ? Apakah kita masih bergaul akrab dengan Tuhan bahkan masih bergairahkah di dalam Tuhan ? Kita bisa menjadi jemaat yang dewasa apabila kita selalu mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan setiap hari.

3. Yesus dikasihi oleh ALLAH dan manusia. Poin ini berbicara mengenai reputasi. Yesus mempunyai reputasi yang sangat baik di mata manusia. Yesus tahu siapa diriNya dan Dia tahu identitasNya. Identitas kita sebenarnya adalah anak-anak ALLAH. Kalau Tuhan mengizinkan kita mengalami berbagai ujian cobaan dan masalah-masalah, Dia mau agar kita mengetahui identitas kita sebagai anak-anakNya. DIA selalu menyertai kita dalam segala keadaan apapun. Tiada sesuatupun di dunia ini yang luar biasa selain daripada kita bisa mengenal dan bertemu dengan Sang Pencipta kita yaitu Bapa kita yang di Surga. Percaya dan mengenalNya dengan cara yang benar.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 10 April 2016 Pengkhotbah : Pdt Andreas Agus ( diringkas oleh : Yudi Goenarto)


Archive