Hidup yang Bertumbuh


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Hidup yang Bertumbuh

Dalam pertumbuhan iman, kita harus mengerti 3 hal sebagai berikut :

1. Kata siapakah bila Tuhan tidak peduli dengan hidup kita ?

Pada kitab Markus 4 : 37-38 berbunyi :

4:37 : Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 4:38 : Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Banyak orang beranggapan, bila kita sudah ikut Tuhan maka semua akan menjadi baik-baik saja, padahal anggapan seperti ini amat keliru. Kita sebagai pengikut Kristus tidak kebal terhadap masalah. Akan tetapi janganlah kuatir, karena bukannya Tuhan tidak tahu kita punya banyak masalah. DIA Maha tahu dan Dialah yang mengendalikan bahkan mengatur segala hal di dalam kehidupan kita. Tuhan yang mengatur segala sesuatu itu, yang pasti menyediakan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi.

Bukti penyertaannya ada pada kitab Matius 10 : 29-30 berbunyi : 10:29 : Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

10:30 : Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

2.Kata siapakah Tuhan tidak bisa menepati janjiNYA ?

Ada kisah di Kejadian 16 : 1-3 sbb : 16:1 : Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. 16:2 : Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

16:3 : Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.

Ingatlah, Tuhan pasti menepati janjiNYA tepat pada waktuNYA; bukanlah pada waktu kita. JanjiNYA selalu teruji seperti pada Ulangan 28 : 13 : “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

Firman tsb pasti terjadi pada hidup kita selama kita melakukan kehendakNYA. Mendengarkan, menghormati dan menyenangkan hati Tuhan dengan segenap akal budi dan kemampuan kita, maka Tuhan akan memelihara kita dan melaksanakan janjiNYA dalam hidup kita. Bukankah kita jauh lebih berharga dari pada seekor burung pipit ? Tuhan tidak pernah terlambat sedetik ataupun terlalu cepat dalam menolong kita. Semuanya tepat pada waktuNYA.

3.Kata siapakah Tuhan tidak bisa menjamin masa depan kita ?

Kisah penyertaanNYA ada di kitab Rut 1 : 1-6 sbb : 1:1 : Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.

1:2 : Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

1:3 : Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.

1:4 : Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.

1:5 : Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

1:6 : Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Seringkali kita berlaku seperti Elimelekh pada kisah tsb. Terkadang, mendapat masalah sedikit saja sudah melarikan diri dari masalah tersebut dan selalu mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi setiap masalah. Ingatlah, di luar Tuhan tidak akan ada masa depan. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Penyayang dan selalu berlaku setia kepada kita sehingga kita pasti akan dijamin masa depannya. Jangan pernah lari dari kenyataan dan masalah hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 20 Maret 2016 Pengkhotbah : Pdt Helena Adna ( diringkas oleh : Yudi Goenarto)


Archive