Kasih (Agape)


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus

Tema khotbah : Kasih (Agape)

Ayat pedoman : Lukas 8 : 26-33

8:26 : Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. 8:27 : Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. 8:28 : Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku." 8:29 : Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi. 8:30 : Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan. 8:31 : Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut. 8:32 : Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka. 8:33 : Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.

Dasar dari semua kasih yang ada di dalam dunia ini adalah kasih agape, yang hanya dimiliki oleh Tuhan saja. Kasih kita terhadap sesama manusia adalah kasih philia, sedangkan kasih kita kepada pasangan kita adalah kasih eros.

Kecenderungan manusia sebagai makhluk dinamis, yang selalu berubah dan mudah bosan, apabila tidak diikat dengan kasih agape ( kasih walaupun ), maka kasih manusia itu sendiri tidak akan bisa bertahan.

Makna kedatangan Tuhan Yesus pada nats tersebut adalah DIA sangat mengasihi saya dan saudara, tidak peduli apapun keadaan kita. Kondisi inilah yang kita alami saat ini yaitu : kesepian, dikucilkan, dihina bahkan dianggap tidak berharga atau tak berguna. Hal ini membuat kita menjadi minder dan rendah diri, merasa tak mungkin kita dibutuhkan oleh orang lain apalagi oleh Tuhan.

Perlu kita ketahui bahwa Tuhan seringkali memakai orang seperti ini untuk mempermalukan dunia agar dinyatakan kemuliaan namaNya.

Tuhan lebih senang memakai orang-orang demikian daripada orang yang merasa dirinya lebih rohani, yang kenyataannya belum tentu lebih baik dalam kehidupan sehari-harinya apalagi di hadapan Tuhan.

Mengapa Tuhan mau datang ke wilayah Gerasa yang secara jelas-jelas "melanggar adat istiadat orang Yahudi" ? Jawabannya adalah karena orang gila itu sangat berharga di mataNYA. Selain itu, Tuhan memakai orang yang kita anggap bodoh dan tak ada artinya ini menjadi alatNYA untuk menmberi kesaksian, memberitakan Injil dan mengabarkan tentang Tuhan Yesus.

Oleh sebab itu, kita semua harus menjadi saksiNya di manapun dan kapanpun kita berada.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 14 Februari 2016 Pengkhotbah : Pdt Demsy J. Jura ( diringkas oleh : Yudi Goenarto)


Archive