Evaluasi


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Evaluasi

Ayat pedoman : 1 Tawarikh 12 : 32 : “Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka.”

Dalam hidup ini, kita harus memiliki roh yang memberi semangat dan roh yang memberi pengertian atau hikmat.

Pada Amsal 19 : 2 berbunyi : “Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”

Beda antara PENGETAHUAN vs PENGERTIAN : Pengetahuan merupakan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Pengertian merupakan kemampuan untuk mengolah data yang sudah dikumpulkan.

Jadi, sebagai acuannya adalah 1 Tawarikh 12:32 agar kita memiliki roh seperti bani Isakhar yang mampu membaca situasi dengan bijaksana. Kadangkala hidup menjadi agak tidak karuan karena kita sendirilah yang membuatnya, sehingga kita perlu menyederhanakan atau dengan kata lain kita perlu memiliki kesederhanaan dalam mengatasi segala sesuatunya.

Kitab Amsal 24 : 32 berbunyi : “Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran.” Ayat tsb berbicara tentang pengamatan sesuatu, akan ada instruksi di dalamnya bahkan pada waktu kita memandang sesuatu ada pelajaran yang kita ambil.

Bila kita baca pada Matius 24 : 3 & 14 yang berbunyi “Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" “

Ayat 14: “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!”

Ada 3 hal yang dapat kita temukan pada ayat tsb. Ketiga hal itu adalah sbb :

1. Krisis kebenaran. Akan ada banyak orang-orang yang disesatkan dan akan sulit sekali untuk menemukan kabar yang benar. Pelaku penyesatan adalah nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu.

2. Muncul penyesatan lewat gaya hidup Hal ini dikuatkan oleh 2 Petrus 2 : 2 : “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” Sesat bukanlah hal yang sederhana atau dapat disepelekan. Cara mengujinya pun cukup gampang. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Yesus masih menjadi yang nomor satu dalam segala aspek kehidupan kita? Apabila dalam seluruh aspek kehidupan kita baik itu hubungan suami-istri, hubungan keluarga, maupun hubungan kita dengan masyarakat luas, kita akan / telah menomorduakan Yesus, maka KITA PUN SUDAH MENJADI SESAT!

3. “Action” atau tindakan hidup kita; berupa gaya hidup harus lebih mudah dicontoh oleh orang-orang di sekitar kita termasuk oleh anak-anak kita. Dengan kata lain, “action” jauh lebih kuat daripada sekedar nasihat tanpa disertai dengan contoh yang konkret. Ayat tsb ada pada 1 Timotius 4 : 16 yang berbunyi sbb : “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”

Pada akhir tahun ini, marilah kita mengevaluasi hidup kita dengan panduan ayat pedoman tsb agar kita mampu menjadi agen kebenaranNYA , apabila ya katakan YA, apabila tidak katakanlah TIDAK ! Pada akhirnya, ingatlah selalu untuk berpikiran benar, berkata yang benar dan melakukan perbuatan-perbuatan yang benar.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 07:00 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 13 Desember 2015 Pengkhotbah : Pdt Natanael Makarawung ( diringkas oleh : Yudi Goenarto )


Archive