Kesia-siaan

Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema khotbah : Kesia-siaan

Ayat Pedoman : Pengkhotbah 1:1-11 : “Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya. “

Pengkhotbah 3:1-15 : “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu. “

Kitab Pengkhotbah = Al-Khatib = Khotib

Ada 32 kali kata “sia-sia” dalam kitab tsb. Banyak hal yang lama tetapi banyak hal yang baru saat teknologi semakin canggih. Kata yang kedua banyak digunakan adalah “di bawah matahari/langit”. Teknologi canggih/baru menghasilkan penderitaan dan maut.

Yang di atas matahari / langit, itulah yang baru yang berasal dari Tuhan. Artinya apa ? Semua yang berasal dari dunia kelihatannya baru tetapi semuanya berujung pada KESIA-SIAAN.

Tidak ada satupun yang sanggup melenyapkan maut yang diakibatkan oleh dosa, artinya apa ? Hanya ada satu kuasa yang DI ATAS MATAHARI yang dapat mengalahkan maut tsb.

Akibat semua kesia-siaan ini, maka kitab ini menggiring kita ke ATAS MATAHARI ( Tuhan Yesus ). Kitab ini menganjurkan agar manusia tidak mengadalkan yang dapat berubah / sia-sia

Ayat 11 dari Pengkhotbah pasal 3 ini bila dibaca keseluruhan dari ayat 1-10, maka waktu kita miskin, kaya, susah, senang, mati, hidup => SEMUA INDAH.

Di balik kesusahan dan kesulitan, selalu ada keindahan bila kita dalam Tuhan. Contohnya : Pohon pepaya menghasilkan daun yang pahit dan buah yang manis. Dua rasa ada dalam 1 pohon, artinya : Tuhan ciptakan keindahan dalam 2 rasa yang berbeda itu.

Kesimpulan, apakah orang Kristen tidak boleh menikmati yang indah-indah ? Jawabannya : Boleh ( Pengkhotbah 3:12-13) ASAL tidak dijadikan andalan.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 19 Juli 2015 Pengkhotbah : Pdt L.Z. Raprap ( diringkas oleh : David Lim )


Archive