Hidup dalam Kebersamaan


Shalom saudaraku yang kekasih dalam Kristus,

Tema : Hidup dalam Kebersamaan

Ayat Pedoman : Roma 14:1-9 : “Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. “

Mengapa kita perlu hidup dalam kebersamaan?

Ada dua alasannya:

Pertama : Sebab kita semua saling menbutuhkan (ayat 7), oleh sebab itu mari kita salling menghormati.

Kedua : Kita semua milik kepunyaan Tuhan, baik cakap, jelek, kaya dan miskin.

Mengapa seperti itu? Supaya Dia menjadi Tuhan atas kita yang mau percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat.

Tuhan Yesus memberkati !

Sumber : Khotbah ibadah GSY pukul 09:30 WIB Hari / Tanggal : Minggu, 05 Juli 2015 Pengkhotbah : Pdt Paul S. Halim ( diringkas oleh : Seraugienty Derry)


Archive